Hanya coba merekam dan belajar kehidupan melalui sebuah kamera dan keagungan cahaya sebagai pemeran utamanya.
Jumat, 12 April 2013
Minggu, 25 Maret 2012
Monolog
Monolog 1 : Bunuh saja aku..aku tak tahan dengan siksa mu...ucap si mayat dalam kubur kepada sang algojo...
Monolog 2 : Ibu ayah ku siapa..?? Aku juga tak tahu siapa ayah mu nak..saat itu lampu mati dan ibu tak bisa catat wajahny dalam penglihatan ku..
Monolog 3 : Aku tidak nyaman dengan mu sayang...hari ini aku putuskan untuk tidur dengan pria lain, d kasur kita, agar kau berhentikan aku jd imajimu..
Monolog 4 : Thanx god...akhirnya aku tahu indahnya surga dunia..meski baru dengan satu wanita saja...
Monolog 5 : Kekasih ku masih menyimpan kondom di sakunya..tapi aku telah siapkan Pisau dapur..jika ia tetap tak mengakui anaknya d janin ku..
Monolog 6 : Ibu aku ingin memberi kado terindah di usia mu ke 42...aku akan memberi mu cucu..!! Astaga nak usia mu baru 15 ujar si ibu kpd gadis lucunya
Monolog 7 : *DOA RESTU* "Ayah kenalkan ini calon suami ku"...ucap sang anak sembari memegang pisau yang terhunus k perut pria renta..
Monolog 8 : *Tanggung Jawab* MAAF SAYANG AKU TAK SENGAJA MENDORONG MU..teriak sang pria kepada kekasihnya yang jatuh bersama calon bayinya dari lantai 31...
Monolog 9 : *Istirahat* Selamat Pagi..boleh aku istirahat sejenak..aku belum tidur dari kemarin...ucap mayat kepada algojo kubur...
Monolog 10 : *Bertanya* Permisi...Mushalla ada d sebelah mana..Tanya pria kepada wanita berbaju mini d lokalisasi kelas teri...
Monolog 11 : *Kado* Terima Kasih untuk hadiah mu nak...ucap sang ibu dari dalam kubur kepada anaknya yang sedang bersenggama dengan ayah tirinya...
Monolog 12 : *Goda* Wanita itu terus saja menggoda kekasih ku...padahal telah aku serahkan segalanya untuk kekasihnya...
Monolog 13 : *Tragedi Kamar* Wanita itu terus saja mengebulkan asap rokoknya d samping mayat pria yang telanjang bulat dengan tersenyum dari kamar hotel...
Monolog 14 : *Harapan* Aku ingin seperti mu bu..memiliki teman pria yang berbeda setiap main ke kamar mu...Doa Afika di malam ulang tahunnya yang kelima...
Monolog 15 : *MAIN* Tunggu tutup dulu pintu langit itu,aku tak ingin ia cemburu melihat gaya permainan kita,ucap wanita kepada kekasihnya dari kamar kost...
Monolog 16 : *Takut* Wanita itu sembunyi di ketiak ibunya yang tertidur pulas dalam kubur...ibu bangun aku takut pada suami mu yg tak memiliki wajah...
Monolog 17 : *Nama* Siapa nama anak mu..?? "Zina"... karena tak ada yang mau mengakui sebagai ayah biologisnya...
Monolog 18 : *Sembunyi* Tunggu jangan keluar ini hari raya nyepi..!! tapi aku ingin keluarkan janin ini dari rahim ku..sebelum ada yang tahu...
Monolog 19 : *Diam* "Ibu..Jangan bertengkar dengan Ayah dikubur ku..Kau saja tidak tahu aku anak siapa" Ucap sang anak sembari menahan perih luka...
Monolog 20 : *Kopi Pagi* Mari minum kopi..sebentar lagi malaikat akan menjemput..ada yang rindu pada ku hari ini...
Monolog 21 : *Gagal* Lupa tutup pintu..Semoga Tuhan tak tahu aku sedang makan bayi ku yang baru lahir...
Monolog 22 : Hari Raya Nyepi..Warga Jakarta berebut Naik K Puncak Monas..mereka ingin lompat bersama keluarga..jika pemerintah jadi naikkan harga BBM...
Monolog 23 : *dijemput* aku bukannya takut mati..tapi aku belum terbiasa hidup di alam kubur..bisik ku pada malaikat yg hendak menjemput...
Monolog 24 : *Ceng Beng* Aku sudah mengoleksi bayang dan cerita mu pada malam ceng beng...dupa pun aku bakar agar harum...
Monolog 25 : *Mesum* Hei jangan bercumbu d atas pundak ku..apa kau tidak tahu..algojo kubur sedang menghunuskan pedang ke kelamin ku...
Monolog 26 : *Film* Alhamdulillah..para produser sepakat tidak produksi kembali sinetron..mereka sepakat akan membuat film setan yang biru...
Monolog 27 : "BBM" Jika BBM jadi naik..aku akan traktir istri dan anak perempuan ku pada malam ceng beng di tanah gocap...
Monolog 28 : *....* Anginnya terlalu gaduh..tak tahu apa aku sedang memotong2 bayang dan ilusi tentangnya dengan gergaji karat ayah ku...
Monolog 29 : *Roh* Aku titipkan roh ini pada penjaga malam...kalau2 esok aku tak bangun..ia bisa bangunkan ku...
Monolog 30 : *Aborsi* Ssstt matahari datang...setan-setan bergegas pergi dengan koper yg penuh potongan bayi aborsi...dan janin ku tertinggal d meja makan...
Monolog 31 : *Antri* aku dapat nomer antrian ke 78790120377674634998 pintu surga..kamu dapat nomer berapa..?? aku dapat nomer antrian ke 1 pintu neraka...
Monolog 32 : Aku rajah nama mu dekat kelamin ku agar tak ada yg bisa gantikan kedudukan mu didalamnya Ujar wanita sembari menghunus ke kelamin kekasihnya...
Monolog 33 : *Ludruk* Semua Setan Tertawa...Malaikat bersedih karena telah gagal...Di balik pintu koruptor bagi-bagi rejeki kepada penguasa negeri...
Monolog 34 : Pagi nona...sisakan senyum mu untuk ku barang sedikit saja...aku ingin membuat kopi dari manisnya senyum mu...
Monolog 35 : Ada anjing bercumbu di gang sempit yang becek...pemabuk terjebak mimpi tentang pelacur d sudut kota...Aku...hanya menjadi penonton d alam baka...
Monolog 36 : *Kudeta* BAKAR..ROBOHKAN ISTANA ITU..KITA LAKUKAN REVOLUSI....Teriak segerombolan anak TK ketika bermain di jam istirahat...
Monolog 37 : *Edan* Si tuan asik bercumbu dengan tarmijah di sudut dapur...sementara si nyonya bergumul di pasir carita bersama satria supir pribadi rumah...
Monolog 38 : *ah* Semoga para koruptor..Penjilat Negeri..dan pelaku aborsi, mati dalam kehinaan..Doa ku ketika berzina sembari Mabuk menjelang subuh...
Monolog 39 : *Rindu* Hei nona...siang ini ada sedikit rindu yang ku ucapkan kala terik..apakah selatan masih terasa teduh seperti wajah mu..aku ingin bertemu...
Monolog 40 : Sayapnya patah...ia hanya menunggu di pinggir jalan berharap ada tumpangan yang membawanya menyebrangi alaska...
Monolog 41 : Jangan bertengkar ini sudah masuk ceng beng..apa kalian tak malu pada acok kalian...
Monolog 42 : *Ceng Beng 2* Aroma Dupa..Kalam Illahi..Tanah Gocap pun menjadi sunyi..Para leluhur sudah tidak perduli kepada pemerintah yang banci...
Monolog 43 : *Ceng Beng* Lupa..dimana aku letakkan mayat wanita ku..aku ingin mengajak nya kencan malam ini..menikmati Ceng Beng...
Monolog 44 : *Tiket* Berapa banyak harta mu..biar ku tanyakan biaya ke surga pada malaikat yang sedang berkencan nikmati malam ceng beng d tanah gocap...
Monolog 45 : *Demo BBM* Para Jenazah berkumpul di aula pemakaman..mereka akan demonstrasi ke Istana jika pemerintah jadi naikkan harga BBM...
Monolog 46 : Iblis Frustasi..setan bersedih..kewajiban mereka telah di ambil alih oleh penguasa negeri..Lebih baik aku mati..gumam iblis di balik sel jeruji...
Monolog 47 : *Salah* Tuhan sedang membuat neraka baru untuk suami mu yang berselingkuh dengan suami ku..tutur wanita dalam pelukan remang kekasih wanitanya...
Monolog 2 : Ibu ayah ku siapa..?? Aku juga tak tahu siapa ayah mu nak..saat itu lampu mati dan ibu tak bisa catat wajahny dalam penglihatan ku..
Monolog 3 : Aku tidak nyaman dengan mu sayang...hari ini aku putuskan untuk tidur dengan pria lain, d kasur kita, agar kau berhentikan aku jd imajimu..
Monolog 4 : Thanx god...akhirnya aku tahu indahnya surga dunia..meski baru dengan satu wanita saja...
Monolog 5 : Kekasih ku masih menyimpan kondom di sakunya..tapi aku telah siapkan Pisau dapur..jika ia tetap tak mengakui anaknya d janin ku..
Monolog 6 : Ibu aku ingin memberi kado terindah di usia mu ke 42...aku akan memberi mu cucu..!! Astaga nak usia mu baru 15 ujar si ibu kpd gadis lucunya
Monolog 7 : *DOA RESTU* "Ayah kenalkan ini calon suami ku"...ucap sang anak sembari memegang pisau yang terhunus k perut pria renta..
Monolog 8 : *Tanggung Jawab* MAAF SAYANG AKU TAK SENGAJA MENDORONG MU..teriak sang pria kepada kekasihnya yang jatuh bersama calon bayinya dari lantai 31...
Monolog 9 : *Istirahat* Selamat Pagi..boleh aku istirahat sejenak..aku belum tidur dari kemarin...ucap mayat kepada algojo kubur...
Monolog 10 : *Bertanya* Permisi...Mushalla ada d sebelah mana..Tanya pria kepada wanita berbaju mini d lokalisasi kelas teri...
Monolog 11 : *Kado* Terima Kasih untuk hadiah mu nak...ucap sang ibu dari dalam kubur kepada anaknya yang sedang bersenggama dengan ayah tirinya...
Monolog 12 : *Goda* Wanita itu terus saja menggoda kekasih ku...padahal telah aku serahkan segalanya untuk kekasihnya...
Monolog 13 : *Tragedi Kamar* Wanita itu terus saja mengebulkan asap rokoknya d samping mayat pria yang telanjang bulat dengan tersenyum dari kamar hotel...
Monolog 14 : *Harapan* Aku ingin seperti mu bu..memiliki teman pria yang berbeda setiap main ke kamar mu...Doa Afika di malam ulang tahunnya yang kelima...
Monolog 15 : *MAIN* Tunggu tutup dulu pintu langit itu,aku tak ingin ia cemburu melihat gaya permainan kita,ucap wanita kepada kekasihnya dari kamar kost...
Monolog 16 : *Takut* Wanita itu sembunyi di ketiak ibunya yang tertidur pulas dalam kubur...ibu bangun aku takut pada suami mu yg tak memiliki wajah...
Monolog 17 : *Nama* Siapa nama anak mu..?? "Zina"... karena tak ada yang mau mengakui sebagai ayah biologisnya...
Monolog 18 : *Sembunyi* Tunggu jangan keluar ini hari raya nyepi..!! tapi aku ingin keluarkan janin ini dari rahim ku..sebelum ada yang tahu...
Monolog 19 : *Diam* "Ibu..Jangan bertengkar dengan Ayah dikubur ku..Kau saja tidak tahu aku anak siapa" Ucap sang anak sembari menahan perih luka...
Monolog 20 : *Kopi Pagi* Mari minum kopi..sebentar lagi malaikat akan menjemput..ada yang rindu pada ku hari ini...
Monolog 21 : *Gagal* Lupa tutup pintu..Semoga Tuhan tak tahu aku sedang makan bayi ku yang baru lahir...
Monolog 22 : Hari Raya Nyepi..Warga Jakarta berebut Naik K Puncak Monas..mereka ingin lompat bersama keluarga..jika pemerintah jadi naikkan harga BBM...
Monolog 23 : *dijemput* aku bukannya takut mati..tapi aku belum terbiasa hidup di alam kubur..bisik ku pada malaikat yg hendak menjemput...
Monolog 24 : *Ceng Beng* Aku sudah mengoleksi bayang dan cerita mu pada malam ceng beng...dupa pun aku bakar agar harum...
Monolog 25 : *Mesum* Hei jangan bercumbu d atas pundak ku..apa kau tidak tahu..algojo kubur sedang menghunuskan pedang ke kelamin ku...
Monolog 26 : *Film* Alhamdulillah..para produser sepakat tidak produksi kembali sinetron..mereka sepakat akan membuat film setan yang biru...
Monolog 27 : "BBM" Jika BBM jadi naik..aku akan traktir istri dan anak perempuan ku pada malam ceng beng di tanah gocap...
Monolog 28 : *....* Anginnya terlalu gaduh..tak tahu apa aku sedang memotong2 bayang dan ilusi tentangnya dengan gergaji karat ayah ku...
Monolog 29 : *Roh* Aku titipkan roh ini pada penjaga malam...kalau2 esok aku tak bangun..ia bisa bangunkan ku...
Monolog 30 : *Aborsi* Ssstt matahari datang...setan-setan bergegas pergi dengan koper yg penuh potongan bayi aborsi...dan janin ku tertinggal d meja makan...
Monolog 31 : *Antri* aku dapat nomer antrian ke 78790120377674634998 pintu surga..kamu dapat nomer berapa..?? aku dapat nomer antrian ke 1 pintu neraka...
Monolog 32 : Aku rajah nama mu dekat kelamin ku agar tak ada yg bisa gantikan kedudukan mu didalamnya Ujar wanita sembari menghunus ke kelamin kekasihnya...
Monolog 33 : *Ludruk* Semua Setan Tertawa...Malaikat bersedih karena telah gagal...Di balik pintu koruptor bagi-bagi rejeki kepada penguasa negeri...
Monolog 34 : Pagi nona...sisakan senyum mu untuk ku barang sedikit saja...aku ingin membuat kopi dari manisnya senyum mu...
Monolog 35 : Ada anjing bercumbu di gang sempit yang becek...pemabuk terjebak mimpi tentang pelacur d sudut kota...Aku...hanya menjadi penonton d alam baka...
Monolog 36 : *Kudeta* BAKAR..ROBOHKAN ISTANA ITU..KITA LAKUKAN REVOLUSI....Teriak segerombolan anak TK ketika bermain di jam istirahat...
Monolog 37 : *Edan* Si tuan asik bercumbu dengan tarmijah di sudut dapur...sementara si nyonya bergumul di pasir carita bersama satria supir pribadi rumah...
Monolog 38 : *ah* Semoga para koruptor..Penjilat Negeri..dan pelaku aborsi, mati dalam kehinaan..Doa ku ketika berzina sembari Mabuk menjelang subuh...
Monolog 39 : *Rindu* Hei nona...siang ini ada sedikit rindu yang ku ucapkan kala terik..apakah selatan masih terasa teduh seperti wajah mu..aku ingin bertemu...
Monolog 40 : Sayapnya patah...ia hanya menunggu di pinggir jalan berharap ada tumpangan yang membawanya menyebrangi alaska...
Monolog 41 : Jangan bertengkar ini sudah masuk ceng beng..apa kalian tak malu pada acok kalian...
Monolog 42 : *Ceng Beng 2* Aroma Dupa..Kalam Illahi..Tanah Gocap pun menjadi sunyi..Para leluhur sudah tidak perduli kepada pemerintah yang banci...
Monolog 43 : *Ceng Beng* Lupa..dimana aku letakkan mayat wanita ku..aku ingin mengajak nya kencan malam ini..menikmati Ceng Beng...
Monolog 44 : *Tiket* Berapa banyak harta mu..biar ku tanyakan biaya ke surga pada malaikat yang sedang berkencan nikmati malam ceng beng d tanah gocap...
Monolog 45 : *Demo BBM* Para Jenazah berkumpul di aula pemakaman..mereka akan demonstrasi ke Istana jika pemerintah jadi naikkan harga BBM...
Monolog 46 : Iblis Frustasi..setan bersedih..kewajiban mereka telah di ambil alih oleh penguasa negeri..Lebih baik aku mati..gumam iblis di balik sel jeruji...
Monolog 47 : *Salah* Tuhan sedang membuat neraka baru untuk suami mu yang berselingkuh dengan suami ku..tutur wanita dalam pelukan remang kekasih wanitanya...
Jumat, 16 September 2011
Hujan Sesat
Hujan hanya sesaat
tak perlu waktu lama tuk singgah
bahkan ia lupa mengenangi kota
aku pun tak sempat bertanya tentang kabar
wanita disana
Hujan hanya sesaat..
Tangerang 14 September 2011
tak perlu waktu lama tuk singgah
bahkan ia lupa mengenangi kota
aku pun tak sempat bertanya tentang kabar
wanita disana
Hujan hanya sesaat..
Tangerang 14 September 2011
Menikmati Malam Terbuang
11:11 Menikmati malam terbuang tanpa diri mu yang tersembuyi
FTV masih asik beraksi tanpa perduli manusia perlahan mati
Aku ingin bersaksi pada dunia tentang mimpiyang kudapat dari Illahi
tapi kutahan karena terlalu banyak tirani basi yang akan mencaci
Warta hari ini masih terselimuti kaum-kaum berdasi tak bernurani
yang masih terus bernyanyi dan menari di atas penderitaan negeri.
Aku muak dan tak perduli
Aku hanya ingin mencari kabar tentang diri
Yang membuat daya gravitasi ku meninggalkan bumi
#2 04:50 perlahan suara adzan menyelinap masuk
mengajak memanjatkan alunan suci pagi tuk Illahi
Tangerang 14 September 2011
FTV masih asik beraksi tanpa perduli manusia perlahan mati
Aku ingin bersaksi pada dunia tentang mimpiyang kudapat dari Illahi
tapi kutahan karena terlalu banyak tirani basi yang akan mencaci
Warta hari ini masih terselimuti kaum-kaum berdasi tak bernurani
yang masih terus bernyanyi dan menari di atas penderitaan negeri.
Aku muak dan tak perduli
Aku hanya ingin mencari kabar tentang diri
Yang membuat daya gravitasi ku meninggalkan bumi
#2 04:50 perlahan suara adzan menyelinap masuk
mengajak memanjatkan alunan suci pagi tuk Illahi
Tangerang 14 September 2011
Selasa, 15 Februari 2011
Maulid Nabi Majelis rasullah
Selasa Pagi 15 Februari 2011 atau 12 Rabiul Awal 1432 H dalam kalender Islam,puluhan ribu umat muslim yang tergabung dalam Majelis Rasullah dari wilayah Jabodetabek secara bergelombang menuju Monumen Nasional (Monas) untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan maulid merupakan tradisi memperingati hari kelahiran nabi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Rasullah wafat. Pagi yang sejuk berselimut Puji-pujian serta shalawat terhadap Rasullah terus disenandungkan oleh para pecintanya. Majelis Pimpinan Habib Munzir ini menggunakan metode bershalawat dan cinta nabi pada setiap dakwahnya.

















Selasa, 28 September 2010
Street
Sengaja datang ke daerah Kota Tua khususnya terowongan yang menghubungkan Stasiun Kota dan jalan depan Museum Bank Mandiri. Liat sana,liat sini baca situasi dan baca Bismillah tentunya. Datang ke tempat tersebut selain buat motret juga sebenernya buat hilangin rasa penasaran aje mengenai terowongan tersebut soalnya belum pernah ke tempat itu. Jadi selamat menikmati Foto-fotonya semoga berkenan di mata dan hati, Wassalam


















Jumat, 07 Mei 2010
Sang Penakluk





Tubuhnya mungkin tak setangguh dulu ketika menaklukan kuda-kuda liar untuk dilatih, tapi ia tetaplah seorang penakluk. Pak Engking yang merupakan generasi kedua pelatih kuda renggong tetap bersemangat meneruskan tradisi yang menjadi kebanggaan dan ikon kota Sumedang. Kuda baginya merupakan bagian yang tak teripisahkan dari hidupnya meski ia harus rela kehilangan salah satu jari tangan akibat ulah binaannya. Halaman rumah seakan menjadi saksi bisu akan ketangguhan pak Engking dalam menaklukkan kuda-kuda liar bersama dua orang asistennya. Ringkikan dan serangan brutal dari kuda liar yang pertama kali dilatih seakan menjadi cambuk untuk dapat mengalahkan binaanya tersebut.kini waktu terus bergulir mengikuti irama sang sutradara dan tubuh pak engking mungkin sudah tak setangguh dulu. Keahliannya dalam melatih kuda kini diturunkan pada anaknya agar tradisi kuda renggong yang sarat dengan filosofi hidup ini tetap terjaga dan menjadi kebanggan warga Sumedang.
Langganan:
Postingan (Atom)








